Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Oktober 2016

Sebelum Kau Hina Wajah dan Tubuhku, Pahamilah Aku Juga Punya Hati

Memiliki bentuk dan rupa yang berbeda dari orang lain memang sering membuat kita jadi pusat perhatian. Bahkan ada orang yang tak segan untuk mencibir, menghina, dan mengatakan hal buruk di depan kita langsung. Pastinya sangat sedih jika mengalami hal ini. 


Saat aku masih kecil dulu, aku dulu memiliki tubuh paling besar daripada seluruh saudara dan sepupuku. Tubuhku tidak gendut, namun hanya besar. Tubuh besar. Rambut yang keriting seperti mi. Kemudian, seiring berjalannya waktu, aku merasa baik-baik saja terhadap tubuhku. Aku tak begitu merasa ada yang salah dengan tubuhku. Tidak terlalu berisi dan juga tidak terlalu kurus. Tapi, begitu aku sudah kelas 6 SD, aku mulai berjerawat.


Seorang teman berkata kepadaku, “Ih, kamu jerawatan!” Lalu beberapa hari kemudian, satu jerawat lagi muncul. Satu di pipi kanan dan satu di kiri. Temanku yang itu memanggilku “Jerawat Simetris!” karena letaknya yang sejajar. Alhasil, semua orang di sekolah mulai memanggilku itu. Aku mencoba bersabar. Untunglah Bunda menghiburku dengan kata lembutnya. “Jerawat itu artinya kamu sedang dalam masa pubertas. Artinya kamu yang paling dewasa di antara semuanya.” Aku pun mulai merasa tak begitu sedih lagi.


Kemudian aku duduk di bangku SMP, seorang temanku dari SD (masih orang yang sama) datang menghampiriku dan berkata, “Kok elo makin pendek, ya, Din? Padahal dulu waktu SD kita tingginya sama.” Sejak saat itu semua orang semakin banyak mengatakan hal yang sama. “Kok kamu pendek banget, ya?” “Kok kamu nggak tinggi-tinggi, ya?” “Kamu nggak pernah berenang apa?”
 
 
Tidak hanya teman-temanku saja yang berkata demikian. Namun keluargaku mulai mengatakannya kepadaku. Kadang diselipkan dengan nada yang kurang ramah di telingaku. “Kamu memang pendek. Kenapa mesti nangis kalau orang bilang itu? Kan mereka nggak bohong?” perkataan Bunda saat itu bagaikan sebuah tamparan. Aku tahu mereka berkata jujur. Namun tetap saja rasanya sakit untuk kuterima. The truth hurts! 
Aku semakin jarang bersosialisasi. Karena jika aku bersosialisasi dengan siapa saja, saudara sepupu, teman sekelas, mereka pasti akan mengkritikku dengan pedas. Stres mulai melandaku setiap harinya. Jerawatku semakin banyak dan membekas. Lalu tubuhku juga tak kunjung tinggi. Setiap hari orangtuaku akan memaksaku untuk berenang padahal aku baru saja selesai beraktivitas di sekolah. Karena itu kehidupanku saat SMP tidak begitu baik. Peringkat yang rendah. Nilai yang jelek. Kemudian teman-teman yang selalu mengkritik. Bahkan aku juga menjadi korban bullying. 

vemale.com

Pilihlah Sosok yang Membuatmu Nyaman Sebab Kamu Berhak Bahagia

Setiap orang berhak bahagia. Dalam sebuah hubungan pun, kita juga perlu bahagia. Bahagia itu bisa didapat dari mana saja. Dan umumnya untuk bahagia, kita perlu merasa nyaman dengan pasangan kita.


Rasa nyaman bersikap personal. Tiap-tiap orang bisa menemukan, menciptakan, dan menentukan rasa nyaman untuk dimiliki. Sehingga ada alasan tersendiri kenapa kita perlu mengutamakan rasa nyaman saat memilih pasangan hidup.



Saat Nyaman, Kita Bisa Lebih Terbuka
 
 
 
Ketika sudah merasa nyaman dengan seseorang, kita bisa bersikap lebih terbuka. Sehingga kalau ada permasalahan atau persoalan yang muncul, kamu bisa segera berkomunikasi dengan pasanganmu untuk mencari jalan keluarnya. Bukannya malah diam-diaman dan membuat sebuah masalah jadi semakin tak terkendali.


Kalau Ada Masalah Bisa Segera Diselesaikan
 
Mustahil rasanya ada hubungan yang tanpa masalah atau konflik. Tapi, bersama orang yang bisa membuatmu nyaman, kamu akan bisa memantapkan batin kalau setiap masalah pasti bisa segera diselesaikan. Setiap persoalan bisa dibicarakan baik-baik. Tidak ada perasaan dendam atau sakit hati yang dipendam.

Rasa Nyaman Memberi Sebentuk Rasa Aman
 
Saat kita merasa nyaman dengan seseorang, hati akan terasa lebih tenang. Tak perlu merasa cemas, khawatir, atau takut akan hal-hal yang sebenarnya tak perlu dipikirkan. Dan dengan sendirinya akan ada perasaan aman yang kita dapatkan.


Sebuah Hubungan Tak Sepatutnya Membuatmu Tersiksa
 
 
Ah, sedih pastinya kalau kamu malah merasa tersiksa dan tak tenang ketika menjalin sebuah hubungan. Tak ada senyum atau tawa yang kamu perlihatkan. Hari-hari terasa berat dan pertemuan dengannya hanya membuat batinmu tertekan.


Kamu Berhak Bahagia, Ladies
 
Kamu punya hak untuk bahagia. Dengan bersama orang yang membuatmu nyaman, kamu bisa merasakan keutuhan cinta. Setiap saat bisa tersenyum dan tertawa lepas dengannya. Dan itu sudah cukup untuk membuat segalanya terasa baik-baik saja.


Jadi, apakah kamu setuju bahwa dengan orang yang bisa membuatmu nyaman kamu bisa bahagia? Atau mungkin kamu punya sudut pandang atau pendapat lain terkait hal ini?

vemale.com
 

Karena yang Menemanimu dari Nol adalah yang Patut Diperjuangkan

Senja sore pun berlalu, berganti dengan gelapnya malam yang indah, suasana lirihan angin yang sedang menari, dan kicauan jangkrik yang menemaniku malam hari ini.



Hai kau yang disana, tak usah mencemaskanku berlebihan disini, tenanglah.. aku adalah gadis yang sudah terbiasa berteman sepi yang akan tetap selalu menunggu kehadiranmu ini.
Mencintaimu adalah salah satu tanggung jawab bagiku. Dengan umur yang dewasa ini aku tidak bisa menganggap cinta hanya soal romansa saja, namun pada hal yang membuat kita bisa membiakkan mimpi nantinya.

Menganggapmu remeh, memang! Namun itu dulu, seiring berjalannya waktu, engkau yang paling patut dipertahankan.
Aku menyesal, yah aku menyesal atas perlakuanku padamu dulu, yang selalu membuatmu kecewa, yang membuatmu merasa terbebani. Aku tidak tahu, entah apa yang membuatku seperti itu, aku adalah anak kelas 1 SMA yang masih tidak tau apa-apa. Apalagi soal cinta.
Pacaran pun belum pernah. Namun aku sadar, di balik perlakuanmu yang tak kunjung-kunjung menyerah terhadap sifatku, yang suka marah, dan nangis seenaknya. Tapi kau tetap bertahan mempertahankanku. Kau tetap merayuku, membujukku seperti anak kecil, mengalah, padahal aku sudah tahu bahwa itu semua adalah salahku.


“Kenapa?”
“Kenapa kau seperti itu padaku?”
 
 
Cinta ini mungkin membuat dirimu seperti orang yang akan tetap selalu menerima cobaan, meskipun kamu tau bagaimana resikonya. Melihat perjuanganmu membuatku luluh, membuatku mengerti dan menyadari bahwa saat kita ditimpa masalah dan bisa menyikapinya dengan baik justru saat itu pula kita menjadi dewasa.

Saat aku berusaha untuk mencoba menghindar darimu, justru kau malah selalu ada buatku. Saat itu pula ku tahu akan ketulusan cintamu, maafkan aku yang membuatmu sakit atas perlakuanku.


"Namun orang seperi inilah yang patut diperjuangkan dan dipertahankan hingga kapanpun."
 
Aku tidak gombal. Ini memang serius, aku menyesal atas tingkah lakuku dulu kepadamu. Maafkan aku.

Berubahnya dirimu dengan drastis, salah satunya hanya karena aku sebagai alasan yang menjadi penyemangat dalam hidupmu.
 
Berubah di sini bukan berarti berubah atas sesuai keinginan pasangan, aku juga tidak berlebihan menuntutmu apa-apa. Hanya karena semangatmu yang berkobar dalam mencapai impian dan untuk memenangkan hati kedua orangtuaku serta meyakinkannya.
 
Itulah dirimu yang membuatku merasa semakin kagum padamu. Sedikit demi sedikit kau bisa menunjukkan padanya. Asal kamu tahu, semakin lama aku semakin menyayangimu, yang saat kau mengatakan bahwa aku adalah salah satu penyemangat dan inspirasi dalam hidupmu. Hatiku seperti menari-nari waktu itu. Rasanya aku ingin berteriak dan mengatakan:

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’’
“Apakah ini benar?”
 
Terserah kamu menganggap aku alay atau bagaimana, tapi aku bangga senggaknya aku bisa berguna padamu. Kau jarang sekali menujukkan sikap romantismu dengan perkataan. Tapi kau langsung menunjukkan dengan perbuatan-perbuatanmu.

Semakin hari kau semakin buatku jatuh cinta. Kau adalah cinta pertamaku. Yang entah apa alasannya tapi yang pasti kau sudah hebat bisa memenangkan hati kedua orangtuaku.

Aku adalah gadis yang sedang jungkir balik berjuang memantaskan diri untukmu.
 
 
Saat ini kau sedang sibuk memperjuangkan apa yang menjadi tujuan dari impian-impianmu itu. Akan ada hal di mana aku harus bisa menerima risiko atas tindakanmu itu, bahkan kita sudah tidak saling bisa bertemu dan bertelepon atau sms sesering dulu.

Tapi tak perlu kau mencemaskanku sayang, aku gadis yang sudah terbiasa berteman sepi, yang mungkin pada kenyataanya aku juga ingin bertemuu denganmu. Aku harus bisa menyingkirkan egoku. Keinginan itu harus kulerai dulu. Bukan berarti aku hanya setia menunggumu, namun aku juga berjuang disini untuk cinta yang berkualitas nanti.


Mencemaskanmu memang salah satu hal yang selalu aku rasakan. Namun aku yakin padamu, bahwa kecemasan itu tidak akan terbuang sia-sia. Kesibukanmu yang membuat kita tidak sering bertemu memberikan waktu luang yang banyak untukku untuk belajar.

Yah, belajar bagaimana aku bisa memenangkan hati kedua orang tuamu. Yah kita berganti, saat kau bisa.. mengapa aku tidak bisa? Karena dalam menjalin hubungan bukan hanya kita saja yang menjalankan, namun dukungan orang lain juga perlu. Aku tahu sayang, ini masih butuh proses panjang. Tapi percayalah padaku, aku berusaha menjadi calon istri yang bisa diterima keluargamu nanti.


Sampai tiba saatnya nanti, kita di persatukan dan menjalankan kehidupan baru menjadi tidak canggung lagi. 
 
 
Setelah penantian panjang kita lalui, impian harapan masa depan kita rencanakan sedari dulu. Sampai itu semua sudah terpenuhi, disitulah aku sudah tidak canggung lagi kepadamu sayaang, saat aku sudah sering terbiasa melihat mukamu saat bangun tidur dengan rambut yang berantakan.


Saat itulah kebahagian yang kita nanti-nantikan, aku tau dalam menjalankan hubungan ini tidak melulu kita bahagia. Bertengkar, berbeda pendapat sudah menjadi hal yang tabu bagi kita. Saat kita bak besi yang sudah bisa melebur jadi satu disitulah kita bisa menjalankan ritme hidup ini bersama. Bahkan tujuanku dari dulu adalah aku bisa membahagiakanmu duhai calon suamiku.


Ketika aku sudah memutuskan untuk bersanding denganmu, di situ kamu harus percaya bahwa aku memilihmu karena aku nyaman denganmu. Semoga Kau Kan Tetap Menjadi Cinta Pertama dan Terakhirku.

Semoga kau bisa memahami apa yang aku tuliskan untukmu ini. “My First Love”.
idntimes.com
 

Materi Bisa Dicari, Fisik Bisa Kesalon Tapi Hati Yang Tulus Susah Di Dapatkan

tertarik pada kesempurnaan fisik tapi jangan sampai kamu terbuai akan keindahan dan kesempurnaannya saja. Jika ingain mencari pasangan yang memiliki fisik yang sempurna cari juga yang memiliki ketulusan. 


Karena yang fisiknya sempurna sudah pasti akan menggoda mata, tapi jangan sampai kamu terlena lalu lupa bahwa kamu butuh seseorang yang tulus mencintaimu bukan mulus memelaratkan dirimu.



Jangan Gampang Tergoda Sama Yang Berdompet Tebal, Karena Dia Yang Gak Punya Apa-Apa Sekarang Bisa Jadi Lebih Kaya
 
 
Buat kamu yang lagi cari pasangan jangan gampang dengan seseorang yang berdompet tebal. Karena yang kaya bisa miskin, sementara yang miskin atau tidak punya apa-apa bisa kaya juga dan yang pasti tidak akan menjadi lebih miskin.

Jangan Meremehkan Dia Yang Gak Punya Apa-Apa Tapi Naksir Sama Kamu. Kamu Tidak Tau Dia Yang Kamu Remehkan Sekarng Bisa Saja Akan Kamu Kagum-Kagumi Kelak

Haya karena dia tidak memiliki apa-apa lalu kamu tolak begitu saja tanpa mempertimbangkan ketulusannya. Ingatlah dia yang sekarang tidak memiliki apa-apa tapi berani menyatakan perasaan sama kamu bisa saja menjadi orang yang sangat luar biasa setelah kamu tolak.


Kelak jangan menyesal bila melihat orang yang kamu tolak karena tidak punya apa-apa ternyata lebih sukses dari orang yang kamu sukai dan bahkan dari dirimu sendiri.

Cari Pasangan Jangan Cari Yang Mulus Aja Karena Fisik Bisa Mulus Kapan Saja Kalau Dibawa Kesalon Sama Kedokter
 
Dan juga jangan terpaku pada type pasangan yang fisiknya tampak mulus, karena mereka yang mulus pasti sudah sering kesalon dan perawatan, biayanya tidak murah. Mereka yang tulus tapi tidak mulu bisa dibikin mulus kalau perawatan. Carilah yang tulus mencintaimu lalu ubahlah menjadi mulus seperti maumu seolama itu tidak menyakiti dia.


Carilah Yang Tulus Mencintaimu Karena Kamu Butuh Yang Tulus Mencintaimu Bukan Yang Bersamamu Karena Ingin Fulus
 
 
Kamu butuh pendaping hidup yang tulus mencintaimu apa adanya, yang akan mau menerima kamu apa danya dalam keadaan apapun dan berjuang bersama-sama. Kamu tidak butuh pasangan yang bersamamu karena ingin fulusmu. Karena saat fulusmu habis dia akan meloloskan diri darimu.

Jangan Menukar Yang Tulus Sama Yang Mulus, Karena Mulus Bisa Berubah Tapi Tulus Tak Akan Merubah
 
 
Kalau sudah ada yang tulus mencintaiu jangan menyia-nyiakannya, jangan menukar yang tulus dengan yang mulus. Karena yang tulus akan membiarkan dirimu menjadi dirimu dan melakukan hal-hal menyenagkan seperti keinginanmu, sementara yang mulus akan sibuk memintamu untuk setara dengan kemulusannya agar kamu tidak dikira sebagai pembantunya.

Yang Mulus Bisa Dengan Gampangnya Kamu Temukan Dimana Saja Tapi Yang Tulus Sulit Untuk Kamu Temukan
 
 
Kamu bisa menemuakan yang mulus diamana saja, melihatnya disegala tempat karena yang mulus pasti suka pamer kalau gak pamer gak kelihatan kalau mulus dunk, bercanda kok.
 
Tapi tidak dengan mereka yang punya hati tulus mencintaimu, mereka yang tulus mencintaimu tidak mudah untuk kamu temukan seperti kamu dengan mudahnya menemukan yang mulus.

Meski Begitu Ada Yang Mulus Tapi Punya Hati Tulus, Karena Tulus Dan Mulus Bisa Menjadi Miliknya Siapa Saja
 
 
Tulus itu bukan miliknya yang tidak mulus saja, tulus itu bisa menjadi miliknya siapa saja. Tulus sama mulus itu beda tipis kamu harus panda-pandai sendiri membedakan mana yang tulus mencintaimu mana yang modus mendekati dirimu.
duapah.com
 

Seburuk Apapun Tingkah Lelaki, Mereka Tidak Akan Pernah Rela Wanitanya Jadi Bahan Tontonan Laki-Laki Lain

Semua laki-laki itu sama kalau soal urusan wanita yang dicintainya, yakni tidak ingin wanita yang dicintainya menjadi bahan tontonan orang lain. Mereka tidak akan mengatur atau membatasi pakaian apa yang harus ditutupinya namun yang pasti mereka tidak ingin wanitanya menjadi bahan tontonan laki-laaki yang lain. 


Tidak peduli kelakuannya yang sesungguhnya diluar sana baik atau buruk, mereka sama-sama menginginkan yang terbaik untuk wanita yang dicintaainya.




Laki-Laki Mungkin Bakalan Suka Melihat Wanita Lain Berpakaian Seksi Tapi Dia Tidak Akan Suka Wanitanya Dilihat Laki-Laki Lain
 
 
Pacarmu mungkin bakalan suka melihat wanita berpakaian seksi, namun dia bakalan sangat tidak suka kamu berpakaian seksi. Karena dia tau kalau kamu berpakaian seksi di tempat umum, kamu bakalan menjadi bahan tontonan laki-laki yang lain, yang bakalan mengundang mereka untuk memberikan komentar aneh-aneh sama kamu *Ngerti maksudnya kan?? 😀

Kalau Dia Melarangmu Menggunakan Pakaian Terbuka Itu Bukan Berarti Dia Tidak Suka Hanya Saja Dia Lebih Suka Melihatnya Sendirian
 
Jangan berburuk sangka atau berpir aneh-aneh dulu ketika dia melarangmu berpakaian yang terbua. Dia bukannya tidak suka melihat kamu yang seperti itu namun dia tidak ingin melihat kamu dalam keadaan seperti itu di depan umum, kalau lagi berduan pastilah seneg banget lihatnya. 😀

Bukannya Mau Mengatur Cara Berpakaianmu Namun Dia Tau Apa Yang Akan Dipikirkan Laki-Laki Lain Tentangmu
 
 
Bukannya dia ingin mengatur-ngatur cara berpakaianmu hanya saja dia tau apa yang akan orang lain pikirkan ketika melihat dirimu saat berpakaian yang terbuka. Pacarmu mungkin tidak akan menjelaskan secara mendetail alasan mereka melarangnya karena mereka tau kalau itu terlalu tidak enak untuk dibicarakan secara terbuka. Jadi ikutin saja apa yang dimauinya dia tidak sedang mengatur-ngatur kamu.

Melarangmu Berpakaian Seksi Di Tempat Adalah Caranya Paling Sederhana Yang Bisa Dilakukannya Untuk Melindungimu
 
 
Melarangmu berpakaian seksi di tempat umum bisa jadi merupakan salah satu bentuk perhatiannya padamu dan salah satu caranya untuk melindungimu dari kejahatan yang tidak terduga. Termasuk kejahatan dia sendiri untuk tergoda akan keseksianmu. Kamu kan gak pernah tau kalau seseorang itu bakalan bisa berubah begitu melihat sesuatu yang menggoga.

Gak Perlu Pacaran Sama Pria Baik, Pria Yang Buruk Tingkah Lakunya Juga Bakalan Melakukan Hal Yang Sama
 
 
Gak cuma yang pacaran sama pria yang baik kelakuannya saja, pacaran sama pria yang buruk tingkah lakunya sekalipun kamu juga bakalan diminta untuk menggunakan pakaian yang lebih sopan ketika akan jalan bersama. Karena pria yang buruk sekalipun gak bakan suka kalau wanitanya jadi bahan leluconan orang banyak.
duapah.com
 

Yang Tampan Memang Menawan Tapi yang Setia Itu Idaman

Mungkin banyak pria yang mendekatimu. Banyak yang ingin mengajakmu ke pelaminan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Bahkan yang berparas tampan pun ada. Tapi mencari yang setia itu butuh pertimbangan sendiri. 


Yang tampan memang menawan tapi yang setia itu idaman dan membawa ketenangan. Lalu, kamu bertanya-tanya memangnya pria yang setia itu yang seperti apa? Ciri-ciri pria yang setia itu bisa beragam. Tergantung dari kepribadian dan karakternya masing-masing. Tapi secara umum pria yang setia itu akan memiliki ciri-ciri ini, Ladies.



 
Tak Pernah Mengingkari Janji yang Dibuatnya Sendiri
 
 
Setiap kali ia membuat janji pasti selalu ditepati. Tak pernah sembarangan ia membuat janji. Kalaupun ia tak bisa menepati janji karena hal penting atau sesuatu yang mendesak, ia akan menjelaskannya langsung. Dan ia akan berusaha untuk mengganti janji itu dengan yang lain.
 
Selalu Menjaga Pandangannya
 
 
Coba deh perhatikan sikapnya saat sedang berjalan denganmu di tempat umum. Apakah ia suka melirik wanita lain? Atau malah terang-terangan menggoda wanita lain? Pria yang setia akan selalu menjaga pandangannya. Ia tak akan sembrono melirik wanita lain atau menggoda yang lain.


Dia Selalu Berusaha Ada Saat Kamu Membutuhkannya
 
 
Setiap kali kamu membutuhkannya, ia akan selalu ada untukmu. Ia selalu punya waktu untukmu. Tak pernah sekalipun ia membuat alasan atau mengecewakanmu. Dia selalu berusaha untuk jadi orang pertama yang kamu ajak bicara saat kamu sedang ada masalah.

Emosi dan Ego Selalu Ia Jaga dalam Kondisi Apapun
 
Setiap pria punya ego. Pun, ia juga pastinya memiliki emosi. Hanya saja kemampuannya menjaga emosi dan ego itulah jadi tolak ukurmu untuk menilai kesetiaannya. Pria yang setia akan selalu menjaga hati wanita yang dicintainya. Jadi, ia tak gampang marah atau meledak-ledak saat ada masalah.


Menghormati dan Menyayangi Keluarga
 
Kebaikan hati seorang pria bisa dilihat dari caranya menghormati dan menyayangi keluarganya. Coba perhatikan caranya memperlakukan ibu dan orang-orang terdekatnya. Kalau ia bisa menempatkan diri dengan baik di tengah keluarga, maka ia memang punya potensi memiliki hati yang setia.

What do you think about it, Ladies?Menurutmu pria yang setia itu yang seperti apa?

Saat memilih pasangan hidup, kita juga perlu mengenali sifat dan kepribadiannya. Karena pria berkepribadian baik adalah idaman yang bisa memberi kita kebahagiaan juga kenyamanan.

vemale.com
 

Aku Hanya Ingin Kepastian, Adakah Namaku Dalam Rencana Masa Depanmu

Jangan pernah mengatakan kata cinta, jika kau sendiri tidak bisa untuk setia. jangan pernah memberi perhatian lebih, karena hati wanita sangat mudah untuk jatuh cinta. dan jika hati wanita suda terlanjur jatuh dalam cinta, apa yang bisa dilakukan selain setia.



Aku hanya ingin kepastian darimu, jika tidak bermaksud untuk menghalalkan lebih baik kau ikhlaskan. Jangan sampai aku terlanjur setia dan menunggu orang yang salah. Karena setia kepada seseorang yang tidak mengharapkan kita untuk hidup bersama itu sungguh sangat sakit.




Adakah namaku dalam rencana masa depanmu dan setiap doa-doa yang kau panjatkan. Apa yang sudah kau persiapkan untuk bisa datang kerumahku dan memintaku pada kedua orang tuaku. Aku memang tidak meminta lebih darimu, hanya tanggung jawab dan keseriusan yang aku harap ada padamu.
 
Jangan pernah main-main dengan hati, karna jika sudah terlanjur terluka maka ia akan sulit untuk sembuh kembali. Karena rasa itu tidak pernah tumbuh dengan sendirinya, ia tubuh bersama kepercayaan dan kesungguhan. Dan sangat mudah sekali layu oleh kekecewaan dan penghianatan. Semoga itu tidak ada padamu, dan kesungguhanmu yang sekarang sedang aku tunggu.

Jika sekarang kau masih belum yakin, coba periksa kembali di dalam hatimu. Apakah namaku terukir jelas di sana atau ada seseorang yang sedang kau harapkan. Dan aku hanya jadi tempat pelarian dari semu rindu dan kegundahan hatimu. Bersikapkah sebagai seorang pria yang memiliki ketegasan dan keyakinan dalam memilih. Agar aku tidak berharap lebih padamu.

Berikan aku kepastian dari sikapmu, beri aku jawaban dari semua tanya yang aku tujukan padamu. Jika benar kau mencintaiku, seharnya kau tau apa yang seharusnya kau lakukan. Karena wanita hanya butuh kepastian.

jomlo.com
 

Jangan Diam Terus, Ini Saatnya Kamu Mencari Jodoh!

Semua orang pasti memahami arti ‘cinta’. Karena cinta adalah satu kata yang tidak pernah lepas terpikirkan, tidak pernah absen dalam perbincangan. Tidak juga datang dan pergi dengan peringatan. Ungkapan “Jodoh di tangan Tuhan” itu memang benar adanya. Karena takdir kita sudah ada yang mengatur. Dengan siapa kelak kita akan hidup bersama sudah digariskan oleh sang Maha Kuasa. Tapi meski pun kita percaya bahwa jodoh kita ada yang menentukan, bukan lantas kita hanya pasrah dan menunggunya.  


Tidak, tidak seperti itu, Itu namanya kita tidak mau berusaha. Jodoh itu bukan untuk ditunggu, tapi ditemukan. Siapa yang menemukannya? Tentu saja mereka yang telah berusaha mencarinya.



Apa itu Mencari?
 
 
Mencari, tidak berarti kamu harus berlarian untuk menemukannya. Yang dimaksud dengan mencari di sini ialah memperbaiki dirimu. Mencari di mana yang harus diperbaiki dalam dirimu. Entah itu sikap atau keimanan. Karena apa yang kamu lakukan pada dirimu sendiri itu berarti kamu sedang mempersiapkan seperti apa calon yang ingin kamu temukan. Karena apa yang akan kamu dapatkan akan setimpal dengan apa yang kamu telah kamu usahakan. Bukan kah usaha keras tidak akan pernah membohongi?

So, tidak usah terburu-buru untuk segera menikah. Jodoh itu datang seiring dengan siapnya dirimu. Siapkan dirimu sebaik mungkin untuk jodoh yang baik pula. Semangat!

popbela.com

Aku Masih Bernafas Meski Tanpamu, Karena Mencintai Diriku Sendiri itu Lebih Penting dari Apapun

Dia, merajut memori dalam diam. Kesunyian ini begitu memekakkan telinga. Dalam hati, mengetahui secara pasti bahwa kenangan hari ini akan menjadi satu lagi ingatan traumatis. Ia hanya diam dan aku menoleh. Bagaikan bernafas dengan bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu.



Hatinya seluas samudra. Awalnya, aku jatuh cinta dengan dengkuran lembut dan detak jantungnya yang begitu hidup dan begitu dalam. Baru kusadari betul bahwa aku bukanlah satu-satunya ikan di zona neritiknya.


 
 
Aku tahu betul, sejak aku berusia 5 tahun bahwa mencuri mainan dari anak lain bukanlah hal yang terpuji. Mainan pertama yang kucuri dari temanku adalah boneka anjing yang sudah bau lembab. Aku tidak pernah mencuri mainan yang masih baru dan mengkilap. Begitu pula orang yang sekarang ini duduk di sampingku.

Entah sudah berapa banyak orang yang pernah menghirup aromanya di dalam mimpi indah yang tak berkesudahan. Entah seberapa banyak kartu As yang ia simpan untuk dirinya sendiri. Entah sudah berapa kali kakiku melangkah maju hendak menutup halaman terakhir dari kisah cinta kita.


Apakah momen krusial ini menjadikanku orang yang buruk? Apakah rasa bersalah karena tidak meninggalkannya sejak awal akan menuai cemooh orang lain? "Tidak." Jawabku samar di antara lamunannya. Aku bergegas pergi dan pulang ke rumahku sendiri. Tersenyum tipis seperti hujan gerimis di siang hari yang terik. Lebih membenci diriku yang sekarang ini, memutar kembali miliaran ingatan seperti proyektor usang yang terbengkalai.


Telepon genggam bergetar dalam saku jaketku. Sepuluh pesan masuk kudapati dari sahabatku. Tidak ada satupun pesan dari dirinya. Aku masih berharap. Pukul sebelas malam. Aku masih berharap. Tengah malam lewat lima menit. Aku masih berharap. Pukul tiga subuh, mataku belum terpejam.


Pertengkaran kami seabstrak lukisan Picasso. Aku masih mengharapkannya memecah kesunyian di tengah perang dingin ini. Berharap dia akan membuat lelucon garing khas dirinya.


Diam sejenak, aku merasa bahwa rohku mengapung di dalam kesepian yang absolut. Aku tertidur setengah jam kemudian.
 
Aku terbangun pukul tujuh pagi. Menatap layar handphone yang berpendar. Dua puluh pesan selama aku tertidur pulas. Semuanya dari sahabatku. Aku bergerak malas dan berusaha untuk bangun dari tempat tidurku. Membaca semua pesan yang tertinggal dari para sahabatku. Seketika aku merasa lega. Aku bernafas pelan. Seumur hidupku, belum pernah diriku merasa serileks ini.


Ibuku memberiku roti tawar untuk sarapanku. Ayahku meminum secangkir kopi pahit tanpa gula. Kakak-kakakku bersenandung pelan dan menggosok gigi di wastafel. Aku termenung sembari mendengar irama hujan yang terdengar seperti ratapan. Mereka menanyakan keaadanku. Teman-temanku tidak berhenti mendengarkan celotehanku. Aku kembali ke kamarku sendiri, mengambil pena dan menulis lagu diatas kertas bergaris.


"Apa kabar?" Pesannya muncul di layar handphone. Aku tidak membacanya. Aku meneruskan tulisanku. Aku tidak pernah merasa sebersyukur itu dalam hidupku. Aku merasakan kekuatan untuk bangkit. Teman-temanku menopangku dengan nasehat dan candaan mereka yang efektif membuatku bangkit dari kesedihanku. Mereka tidak mencelaku.


Aku merasakan kekuatan untuk bangkit. Keluargaku mengisi hari-hariku. Dalam hati berjanji bahwa aku tidak akan lagi mengejar ilusi. Aku merasakan kekuatan untuk bangkit. Lirik demi lirik yang kutulis, akord dari laguku yang kususun melalui gitar akustikku yang berusia 6 tahun. Seniman hebat yang menginspirasi diriku melalui karya mereka.


Aku masih bernafas.
Aku masih bernafas.
Aku masih bernafas.
 
 
Mungkin memang tidak semua cerita cinta berakhir bahagia. Sejak awal aku tidak pernah ingin tahu apa yang terjadi di novel The Notebook. Mungkin memang tidak semua cerita cinta berakhir tragis. Tirai tidak pernah menutup di dunia nyata. Dengan kekuatanku yang baru, aku bergegas menyisir rambutku dan memakai setelan terbaikku.


Kami pernah saling mencintai. Kami pernah mengalahkan dunia bersama-sama seperti dalam film superhero. Rasa benciku kepadanya sebesar rasa cintaku kepadanya. Namun apa yang bergerak pergi tak bisa kita dihindari.


Aku belajar bahwa mencintai diri sendiri dan mencintai apa yang kita miliki jauh lebih penting dibandingkan menginginkan bintang yang terlalu jauh untuk diraih. Aku belajar bahwa kesalahanku tidak menjadikanku orang yang buruk. Aku belajar bahwa hati manusia tidak akan pernah terlalu besar untuk memaafkan. Aku belajar bahwa kita tidak akan bebas dari masalah hidup. Dengan mantap, aku mengambil langkah kecil namun pasti.
Aku masih bernafas.
idntimes.com
 

Atas Nama Ketidakberdayaan, Kita yang Tak Seiman Harus Saling Melepaskan Genggaman

Aku tidak tahu sejak kapan keresahan itu melanda jiwa kita. Jarum jam yang melaju kita lewati dengan langkah yang ragu-ragu. Ada semacam rasa khawatir luar biasa yang tak kunjung reda di dalam dada: Perbedaan kita, mampukah kita buat tiada? 
 
 
 
Kita sama-sama tahu, bahwa saat ini kita hanya menjalani kebersamaan semu yang terlalu rapuh. Sebab, suka tidak suka, mau tidak mau, kita akan sampai di persimpangan yang memaksa kita untuk mengambil jalan yang berlainan. Bukan berdampingan. Sebab, dalam perbedaan kita, terkandung janin perpisahan yang bisa lahir kapan saja tanpa kita bisa menolaknya.
 
 
 
 
 
Harusnya kita bersyukur atas pertemuan ini. Tapi mengapa Tuhan menuliskan takdir dengan akhir yang getir?
 
 
Aku takut. Kamu juga kalut. Kita mendadak menjadi manusia yang pengecut. Masing-masing dari kita mulai menyalahkan pertemuan yang menciptakan cinta dan luka dalam satu paket yang sama. Tapi, bukankah menyalahkan pertemuan berarti juga menyalahkan Tuhan? Dan itu bukanlah sesuatu yang pantas dilakukan oleh manusia seperti kita.
 
 
Justru seharusnya kita bersyukur atas pertemuan yang telah diciptakan oleh tangan yang Maha Kuasa. Sebab pertemuan kita telah merajut hal-hal indah yang kelak akan kita kenang dengan senyuman. Meski begitu, barangkali tetap ada hal yang sangat disesalkan: Mengapa Tuhan juga menuliskan takdir dengan akhir yang getir?
 
 
Kata mereka “Amour Vincit Omnia”. Bahwa cinta mengalahkan segalanya. Tetapi bagi kita, cinta begitu tak berdaya ketikas berhadapan dengan satu kenyataan Tuhanku dan Tuhanmu berbeda.
Kita mengerti tidak ada pertemuan yang berjalan abadi tanpa ada perpisahan yang kelak terjadi. Mungkin, bukan kehendak Tuhan untuk mempersatukan setelah mempertemukan. Dan kita yang tak punya daya tak lagi bisa berbuat apa-apa selain dengan tega membunuh cinta atas nama ketidakberdayaan jiwa.
 
 
Mungkin yang mereka katakan itu benar adanya. Cinta yang terpaut perbedaan iman adalah sebuah ujian.
 
 
Sejak awal, kitalah yang terlalu egois. Memaksakan diri untuk saling menautkan hati meski kita tahu ada batas yang tidak akan mampu kita lalui. Lantas atas nama perasaan yang berbunga-bunga kita berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Hingga kita sampai pada waktu di mana kita sadar, bahwa kita tidak bisa selamanya menipu diri. Bahwa kita butuh kepastian.
 
 
Kita yang terlanjur berbeda akan membawa cinta ini kemana? Aku yang berlari menujumu, atau kamu yang mengikutiku? Walau bagaimanapun juga, kebersamaan kita terlalu rapuh. Tetapi kita belum siap untuk menjauh.
 
 
Jika kita mau jujur, cinta yang kita coba pertahankan tak kan sebanding dengan cinta yang Tuhan kita berikan. Mungkin benar apa yang mereka katakan, bahwa cinta yang terpaut perbedaan iman adalah sebuah ujian apakah kita lebih mencintai Tuhan atau justru berbalik meninggalkan.

idntimes.com